Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (2022)

kategori Model-model Pembelajaran / tanggal diterbitkan 29 November 2021 / dikunjungi: 3.49rb kali

Pendahuluan

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (Slavin, 2005) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu.

(Video) Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Guru yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks.

Konsep pembelajaran kooperatif merupakan ide pembelajaran yang telah lama di pikirkan. Ide ini bermula pada awal abad pertama, seseorang filosof berpendapat bahwa untuk dapat belajar seseorang harus memiliki pasangan atau teman. Hasil pembelajaran kooperatif sekarang sedang berkembang pesatdi Amerika Serikat yang mulai dari sekolah dasar sampai perguruantinggi. Strategi pembelajaran ini dapat membangkitkan siswa yang aktifbelajar. Pembelajaran kooperatif adalah suatu kumpulan strategi pembelajaran yang digunakan untukmembantu siswa untuk menemukan ilmu pengetahuan yang spesifik danmemberikan masukan antar personal dalam grup. Sedangkan menurutSlavin dalam disertasinya Hartati (1997:22) mengatakan bahwa pendekatan konstruktivis menerapkan pembelajaran kooperatif secaraintensif atas dasar teori bahwa siswa akan mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat mendiskusikan masalah-masalah itu dengan temannya. Pendapat lain juga dikemukakan oleh Thompson dalam disertasinya Hartati (1997:22), mengatakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bekerja sama dalamkelompok-kelompok kecil untuk mempelajari materi akedemik danketerampilan antar pribadi. Dari berbagai uraian yang diungkapkan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif suatu strategi pembelajaran dalam kelompok-kelompok kecil sehingga siswa dapat saling bantu membantu antar anggota dalam kelompoknya untuk mencapai kemajuan kelompoknya.

(Video) VIDEO ANIMASI PEMBELAJARAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIVEMENT DIVISION (STAD)

Komponen Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe STAD

Menurut Slavin (2015), student team achivement division (STAD) terdiri dari lima komponen utama, yaitu :

  1. Prestasi kelas
    Model pembelajaran pada tipe student team achivement divisions pada awalnya diperekenalkan dalam prestasi kelas. Bedanya prestasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah bahwa prestasi tersebut harus benar-benar terfokus pada unit student team achivement divisions. Dengan cara ini para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memperhatikan penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka
  2. Tim
    Pada tahap ini setiap siswa diberi lembar tugas sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok siswa saling bergbagai tugas, saling membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang dibahas dan satu lembar lembar dikumpul sebgai hasil kerja kelompok
  3. Kuis
    Setelah sekitar satu atau dua periode guru melakukan presentasi dan sekitar satu atau dua periode praktek tim, para siswa akan mengerjakan kuis. Sehingga tiap siswa bertanggung jawab secara individual yang memehami materinya.
  4. Skor kemajuan individu
    Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada siswa tujuan kinerja yang akan didapat apabila mereka bekerja dengan giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya
  5. Rekognisi tim (penghargaan kelomopok)
    Perhitungan skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan masing-masing perkembangan skor individu dan hasilnya dibagi sesuai jumlah anggota kelompok. Pemberian penhargaan diberikan berdasarkan perolehan skor rata-rata yang dikategorikan menjadi kelompok baik, kelompok hebat dan kelompok super.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Model pembelajaran kooperatif dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan antara lain dengan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Pembelajaran kooperatif tipe STAD di kembangkan oleh Robert E. Slavin, di mana pembelajaran tersebut mengacu pada belajar kelompok peserta didik. Dalam satu kelas peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan anggota empat sampai lima orang, setiap kelompok haruslah heterogen. Slavin ( 2006:5-7 ) mengemukakan bahwa secara garis besar tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut:

(Video) Video Pembelajaran Model Kooperatif (Metode STAD (Student Teams Achievement Division))

  1. Tahap Penyajian Materi
    Pada tahap ini, guru mulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran umum dan khusus serta memotivasi rasa keingintahuan peserta didik mengenai topik/materi yang akan dipelajari. Dilanjutkan dengan memberikan apersepsi yang bertujuan mengingatkan peserta didik terhadap materi prasyarat yang telah dipelajari agar peserta didik dapat menghubungkan meteri yang akan diberikan dengan pengetahuan yang dimiliki. Teknik penyajian materi pelajaran dapat dilakukan dengan cara klasikal ataupun melalui diskusi. Mengenai lamanya presentasi dan berapa kali harus dipresentasikan bergantung kepada kekompleksan materi yang akan dibahas.
  2. Tahap kerja Kelompok
    Pada tahap ini peserta didik diberikan lembar tugas sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok ini, peserta didik saling berbagi tugas dan saling membantu penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang akan dibahas dan satu lembar dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompok. Pada tahap ini guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator kegiatan tiap kelompok.
  3. Tahap Tes Individual
    Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar yang akan dicapai diadakan tes secara individual mengenai materi yang telah dibahas, tes individual biasanya dilakukan setiap selesai pembelajaran setiap kali pertemuan, agar peserta didik dapat menunjukkan apa yang telah dipelajari secara individu selama bekerja dalam kelompok Skor perolehan individu ini dikumpulkan dan diarsipkan untuk digunakan pada perhitungan perolehan skor kelompok.
  4. Tahap Perhitungan Skor Perkembangan Individu
    Skor perkembangan individu dihitung berdasarkan skor awal. Perhitungan skor perkembangan individu dimaksudkan agar peserta didik terpacu untuk memperoleh prestasi terbaik sesuai dengan kemampuannya,
  5. Tahap Penghargaan Kelompok
    Pada tahap ini perhitungan skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan masing-masing skor perkembangan individu kemudian dibagi sesuai jumlah anggota kelompoknya. Pemberian penghargaan diberikan berdasarkan perolehan rata-rata, penghargaan dikategorikan kepada kelompok baik, kelompok hebat dan kelompok super. Slavin, R.E. (2009:160).

Menurut Rusman (2010:215-216) langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut:

  1. Persiapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
    1. Materi
      Materi model pembelajaran kooperatif tipe STAD dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara kelompok. Sebelum menyajikan materi pembelajaran, dibuat lembar kegiatan (lembar diskusi) yang akan dipelajari kelompok kooperatif dan lembar jawaban dari lembar kegiatan tersebut.
    2. Menetapkan Siswa dalam Kelompok
      Kelompok siswa merupakan bentuk kelompok yang heterogen. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Bila memungkinkan harus diperhitungkan juga latar belakang, ras dan sukunya. Guru tidak boleh membiarkan siswa memilih kelompoknya sendiri karena akan cenderung memilih teman yang disenangi saja.

      Sebagai pedoman dalam menentukan kelompok dapat diikuti petunjuk berikut :

      (Video) Microteaching Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

      1. Merangking Siswa
        Merangking siswa berdasarkan hasil belajar akademiknya di dalam kelas. Gunakan informasi apa saja yang dapat digunakan untuk melakukan rangking tersebut. Salah satu informasi yang baik adalah skor tes.
      2. Menentukan Jumlah Kelompok
        Setiap kelompok sebaiknya beranggotakan 4-5 siswa. Untuk menentukan berapa banyak kelompok yang dibentuk, bagilah banyaknya siswa dengan empat. Jika hasil baginya tidak bulat, misalnya ada 42 siswa, berarti ada delapan kelompok yang beranggotakan empat siswa dan dua kelompok yang beranggotakan lima siswa. Dengan demikian ada sepuluh kelompok yang akan dibentuk.
      3. Membagi Siswa dalam Kelompok
        Dalam melakukan hal ini, seimbangkanlah kelompok-kelompok yang dibentuk yang terdiri dari siswa dengan tingkat hasil belajar rendah, sedang hingga hasil belajarnya tinggi sesuai dengan rangking. Dengan demikian, tingkat hasil belajar rata-rata semua kelompok dalam kelas kurang lebih sama.
      4. Mengisi Lembar Rangkuman Kelompok
        Isikan nama-nama siswa dalam setiap kelompok pada lembar rangkuman kelompok (format perhitungan hasil kelompok untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD).
    3. Menentukan Skor Awal
      Skor awal siswa dapat diambil melaluiPre Test yang dilakukan guru sebelum model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, skor awal dapat diambil dari nilai rapor siswa pada semester sebelumnya.
    4. Kerjasama Kelompok
      Sebelum memulai pembelajaran kooperatif, sebaiknya diawali dengan latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok.
    5. Jadwal Aktivitas
      Model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur, yaitu penyampaian materi pelajaran oleh guru, kerja kelompok, tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas.
  2. Mengajar
    Setiap model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimulai dengan presentasi kelas, yang meliputi pendahuluan, pengembangan, petunjuk praktis, aktivitas kelompok, dan kuis. Dalam presentasi kelas, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
    1. Pendahuluan
      1. Guru menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting untuk memunculkan rasa ingin tahu siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi teka-teki, memunculkan masalah-masalah yang berhubungan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari, dan sebagainya.
      2. Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menentukan konsep atau untuk menimbulkan rasa senang pada pembelajaran.
    2. Pengembangan
      1. Guru menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran.
      2. Guru menekankan bahwa yang diinginkan adalah agar siswa mempelajari dan memahami makna, bukan hafalan.
      3. Guru memeriksa pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan.
      4. Guru menjelaskan mengapa jawabannya benar atau salah.
      5. Guru melanjutkan materi jika siswanya memahami pokok masalahnya.
    3. Praktek Terkendali
      1. Guru menyuruh siswa mengajarkan soal-soal atau jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru.
      2. Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal yang diajukan oleh guru. Hal ini akan menyebabkan siswa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan atau soal-soal yang diajukan.
      3. Guru tidak perlu memberikan soal atau pertanyaan yang lama penyelesaiannya pada kegiatan ini. Sebaliknya siswa mengerjakan satu atau dua soal, dan kemudian guru memberikan umpan balik.
    4. Kegiatan Kelompok
      1. Pada hari pertama kegiatan kelompok model pembelajaran kooperatif tipe STAD, guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok, yaitu:
        1. Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru.
        2. Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran.
        3. Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru.
        4. Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan.
      2. Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan- peraturan lain sesuai kesepakatan bersama. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah:
        1. Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya.
        2. Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya.
        3. Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok tergantung pada tujuan yang dipelajarinya. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus mengerjakan sendiri dan selanjutnya mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. Jika ada seorang teman yang belum memahami, teman sekelompoknyabertanggung jawab untuk menjelaskan.
        4. Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisidan dipelajari. Dengan demikian, setiap siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya.
      3. Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok. Sesekali guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi.
      4. Kuis atau Tes
        Setelah siswa bekerja dalam kelompok selama kurang lebih dua kali penyajian, guru memberikan kuis atau tes individual. Setiap siswa menerima satu lembar kuis. Waktu yang disediakan guru untuk kuis adalah setengah sampai satu jam pelajaran. Hasil dari kuis itu kemudian diberi skor dan akan disumbangkan sebagai skor kelompok.
      5. Penghargaan Kelompok
        1. Menghitung skor individu dan kelompok
          Setelah diadakan kuis, guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu. Skor perkembangan ditentukan berdasarkan skor awal siswa.
        2. Menghargai hasil belajar kelompok
          Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok, guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi. Setelah itu guru memberi penghargaan kepada kelompok tersebut yang berupa sertifikat atau berupa pujian. Untuk pemberian penghargaan ini tergantung dari kreativitas guru.
      6. Mengembalikan Kumpulan Kuis yang Pertama
        Guru mengembalikan kumpulan kuis pertama kepada siswa.

Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran kooperatif STAD

Soewarso (1998:23) kelemahan dan keunggulan yang mungkin terjadi dalam model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran kooperatif bukanlah obat yang paling mujarab untuk memecahkan masalah yang timbul dalam kelompok kecil.
  2. Adanya ketergantungan sehingga siswa yang lambat berfikir tidak dapat berlatih belajar mandiri.
  3. Pembelajaran kooperatif memerlukan waktu yang lama sehingga target pencapaian kurikulum tidak dapat dipenuhi.
  4. Pembelajaaran kooperatif tidak dapat menerapkan materi pelajaran secara cepet.
  5. Penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya meskipun banyaknya kelemahan yang timbul.

Soewarso (1998:22) pembelajaran kooperatif juga memiliki keuntungan. Keuntungan ini meliputi:

(Video) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Ubah Matematika Jadi Lebih Menyenangkan!

  1. Pelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas.
  2. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapatkan nilai rendah, karena dalam pengetesan lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya.
  3. Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama.
  4. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya.
  5. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.
  6. Siswa yang lambat berfikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuannya
  7. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi kelemahan-kelemahan, pelaksanaan pembelajaran kooperatif tidak digunakan untuk pelajaran Akuntansi setiap hari. Pelaksanaannya dapat dilaksanakan satu bulan hanya beberapa kali. Untuk mengejar materi dapat dilakukan pembelajaran ceramah. Sedangkan dari keuntungan yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan bagi seluruh anggota untuk mampu bekerjasama, bersosialisasi antar teman, belajar untuk saling berbagi pengetahuan dengan sesama anggota kelompoknya.

FAQs

Langkah langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD? ›

Langkah-langkah/ sintaks model pembelajaran STAD, yaitu: (1) Membentuk kelompok yang anggotanya empat orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain), (2) Guru menyajikan pelajaran, (3) Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota- anggota kelompok.

Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? ›

Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku.

Apa itu model STAD? ›

Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku.

Langkah-langkah model pembelajaran student teams achievement division? ›

Langkah-langkah Student Teams Achievement Divisions
  1. Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai.
  2. Guru memberikan tes/kuis kepada setiap siswa secara individual sehingga akan diperoleh skor awal.
  3. Guru membentuk beberapa kelompok.
Feb 13, 2019

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TGT? ›

Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT terdiri dari 5 langkah tahapan yaitu: tahapan penyajian kelas (class precentation), belajar dalam kelompok (teams), permainan (ga- mes), pertandingan (class precentation), dan penghargaan kelompok (team recognition).

Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran picture and picture? ›

Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan. Model Pembelajaran Picture and Picture, mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran.

Apa itu strategi pembelajaran kooperatif? ›

Strategi pembelajaran kooperatif adalah adalah suatu pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antarsiswa dalam kelompok adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu, dimana siswa belajar bersama, saling menyumbangkan pikiran dan bertanggungjawab terhadap ...

Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran discovery learning? ›

Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Apa saja faktor penghambat pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? ›

Adapun faktor penghambat pembelajaran STAD adalah waktu pembuatan, sumber belajar yang kurang memadai, kurangnya pengawasan guru, dan peserta didik yang asik bermain dan ngobrol.

Model pembelajaran apa saja? ›

Model-model pembelajaran dimaksud antara lain;
  • Discovery learning. ...
  • Pembelajaran berbasis proyek. ...
  • Pembelajaran berbasis proyek. ...
  • Belajar berdasarkan pengalaman sendiri (Self Directed Learning/SDL) ...
  • Pembelajaran kontekstual (melakukan) ...
  • Bermain peran dan simulasi. ...
  • Pembelajaran kooperatif. ...
  • Pembelajaran kolaboratif.
Feb 4, 2022

Langkah-langkah model pembelajaran cooperative learning? ›

Ibrahim (2000: 10) mengemukakan langkah-langkah model pembelajaran kooperatif yang terdiri atas 6 langkah, yaitu:
  • Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.
  • Menyajikan informasi.
  • Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
  • Membimbing kelompok bekerja dan belajar.
  • Evaluasi.
  • Memberikan penghargaan.

Langkah-langkah model pembelajaran picture and picture? ›

Menurut pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa langkah- langkah model pembelajaran Picture and Picture adalah: 1. Sebelum pembelajaran dimulai guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Guru memberikan materi pengantar. 3. Guru menyajikan gambar-gambar sesuai materi.

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe think pair share? ›

Langkah-langkah dalam model Think Pair Share menurut Suyatno (2009:122) adalah: 1) guru menyampaikan materi dan kompetensi yang ingin dicapai; 2) siswa diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru; 3) siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (satu kelompok 2 orang anggota) dan ...

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw? ›

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Jigsaw
  1. Perkenalkan strategi dan topik yang akan dipelajari oleh siswa.
  2. Bentuk kelompok kecil yang terdiri dari 3-5 siswa dan berikan tugas yang berbeda-beda pada setiap siswa dalam kelompok tersebut.
  3. Siswa bergabung dengan siswa lain dari kelompok berbeda dengan tugas yang sama.

Langkah-langkah model pembelajaran role playing? ›

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Role Playing
  1. Persiapan atau pemanasan. ...
  2. Memilih pemain/pemeran drama. ...
  3. Mendekorasi panggung (ruang kelas) ...
  4. Menunjuk siswa menjadi pengamat (observer) ...
  5. Memainkan peran. ...
  6. 6. Diskusi dan evaluasi. ...
  7. 7. Bermain peran ulang. ...
  8. Diskusi dan evaluasi.

Bagaimana sintaks cooperative learning? ›

Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Metode apa saja yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif? ›

Berikut 12 Jenis Model Pembelajaran Cooperative Learning :
  • Jigsaw. ...
  • NHT (Number Heads Together) ...
  • STAD (Student Teams Achievement Divisions) ...
  • TAI (Team Assisted Individualization atau Team Accelerated Instruction) ...
  • TPS (Think Pair Share) ...
  • Picture and Picture. ...
  • Problem Posing. ...
  • Problem Solving.
Jul 18, 2021

Blog yang membahas mengenai ilmu pengetahuan, tutorial, materi pelajaran, kebijakan, dan lainnya

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (Slavin, 2005) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif.. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.. Dengan cara ini para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memperhatikan penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan kuis-kuis, dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka Tim Pada tahap ini setiap siswa diberi lembar tugas sebagai bahan yang akan dipelajari.. Dalam kerja kelompok siswa saling bergbagai tugas, saling membantu memberikan penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang dibahas dan satu lembar lembar dikumpul sebgai hasil kerja kelompok Kuis Setelah sekitar satu atau dua periode guru melakukan presentasi dan sekitar satu atau dua periode praktek tim, para siswa akan mengerjakan kuis.. Skor kemajuan individu Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada siswa tujuan kinerja yang akan didapat apabila mereka bekerja dengan giat dan memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya Rekognisi tim (penghargaan kelomopok) Perhitungan skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan masing-masing perkembangan skor individu dan hasilnya dibagi sesuai jumlah anggota kelompok.. Dalam kerja kelompok ini, peserta didik saling berbagi tugas dan saling membantu penyelesaian agar semua anggota kelompok dapat memahami materi yang akan dibahas dan satu lembar dikumpulkan sebagai hasil kerja kelompok.. Tahap Tes Individual Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar yang akan dicapai diadakan tes secara individual mengenai materi yang telah dibahas, tes individual biasanya dilakukan setiap selesai pembelajaran setiap kali pertemuan, agar peserta didik dapat menunjukkan apa yang telah dipelajari secara individu selama bekerja dalam kelompok Skor perolehan individu ini dikumpulkan dan diarsipkan untuk digunakan pada perhitungan perolehan skor kelompok.. Jika hasil baginya tidak bulat, misalnya ada 42 siswa, berarti ada delapan kelompok yang beranggotakan empat siswa dan dua kelompok yang beranggotakan lima siswa.. Membagi Siswa dalam Kelompok Dalam melakukan hal ini, seimbangkanlah kelompok-kelompok yang dibentuk yang terdiri dari siswa dengan tingkat hasil belajar rendah, sedang hingga hasil belajarnya tinggi sesuai dengan rangking.. Mengisi Lembar Rangkuman Kelompok Isikan nama-nama siswa dalam setiap kelompok pada lembar rangkuman kelompok (format perhitungan hasil kelompok untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD).. Menentukan Skor Awal Skor awal siswa dapat diambil melaluiPre Test yang dilakukan guru sebelum model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa.. Kegiatan Kelompok Pada hari pertama kegiatan kelompok model pembelajaran kooperatif tipe STAD, guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok, yaitu: Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru.. Penghargaan Kelompok Menghitung skor individu dan kelompok Setelah diadakan kuis, guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh setiap individu.. Menghargai hasil belajar kelompok Setelah guru menghitung skor perkembangan individu dan skor kelompok, guru mengumumkan kelompok yang memperoleh poin peningkatan tertinggi.

Pelajari model pembelajaran STAD mulai dari pengertian, sintak, kelebihan & kekurangan menurut para ahli (buku/jurnal sumber terlampir)

Model pembelajaran STAD adalah salah satu strategi pembelajaran kooperatif yang dilakukan dengan cara membagi peserta didik dalam beberapa kelompok kecil dengan kemampuan akademik yang berbeda-beda agar saling bekerjasama untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran (Huda, 2015, hlm.. 143) STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif.. Gagasan utama STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guru (Slavin dalam Rusman, 2018, hlm.. Berikut adalah beberapa pengertian model pembelajaran STAD menurut para ahli termasuk dari pengembangnya sendiri, yakni Robert Slavin.. Robert Slavin Slavin mengungkapkan bahwa model pembelajaran STAD adalah strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suatu tim berkemampuan majemuk berlatih untuk mempelajari konsep dan keahlian secara bersama-sama (Slavin dalam Suherti dan Rohimah, 2016, hlm.. Rusman Model pembelajaran STAD adalah model yang dalam pembelajarannya siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang yang mempunyai keragaman dalam kemampuan, jenis kelamin, hingga sukunya (Rusman, 2018).. Anas Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah pembelajaran yang terdiri dari lima komponen utama dalam pembelajaran yaitu penyajian kelas, belajar dalam kelompok, pengerjaan kuis, skor pengembangan dan penghargaan terhadap kelompok (Anas, 2014, hlm.. 143) yang merupakan pencipta model STAD, pembelajaran ini terdiri atas lima komponen utama, yakni: presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual dan rekognisi tim yang akan dijelaskan pada pemaparan di bawah ini.. Kerja Tim ( Team Works) Komponen ini adalah bagian yang sangat penting dalam STAD karena dalam tim atau kelompok harus tercipta suatu kerjasama antar siswa yang beragam untuk mencapai kemampuan akademik yang diharapkan.. Skor Kemajuan Individual ( Individual improvement score ) Penilaian individual berguna untuk memberikan motivasi kepada siswa untuk bekerja keras memperoleh hasil yang lebih baik dari hasil skor yang sebelumnya.. Berdasarkan prinsip dan komponen utama STAD di atas, sintaks atau langkah langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Slavin (2015, hlm.. No.Langkah/FaseKegiatan/Perilaku Guru1.Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswaMenyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar.2.Menyajikan informasiMenyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bacaan.3.Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajarMenjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.4.Membimbing kelompok dalam bekerja dan belajarMembimbing kelompok-kelompok belajar yang telah terbentuk pada saat mereka mengerjakan tugas.5.EvaluasiMengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau meminta kelompok presentasi hasil kerja.6.Memberikan penghargaanMenghargai upaya hasil belajar baik upaya individu maupun kelompok.. Berdasarkan statusnya yang merupakan turunan dari pembelajaran kooperatif, model pembelajaran STAD hampir memiliki kelebihan dan kekurangan yang mirip pula.. Sedangkan kelemahan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD menurut Kurniasih dan Sani (2015, hlm.

Model pembelajaran STAD atau Student Teams Achievement Divisions memiliki fokus agar siswa dapat saling mendorong dan membantu agar dapat memahami materi yang diajarkan dengan memasukkan siswa ke dalam kelompok kecil.

Ilustrasi belajar dalam kelompok dalam penerapan metode pembelajaran STAD.. Alasan yang pertama adalah seperti yang disampaikan oleh Slavin pada ilustrasi di atas, model pembelajaran STAD merupakan pilihan yang tepat bagi Bapak dan Ibu Guru yang belum terlalu berpengalaman dengan pendekatan kooperatif karena model ini sangat sederhana.. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran STAD dapat menjadi pilihan yang tepat untuk Bapak dan Ibu Guru sekalian.. Data yang didapatkan dalam penelitian tersebut diambil dari interview dengan guru yang sudah berpengalaman dalam penerapan model ini dalam pengajaran pemahaman bacaan.. KelebihanKelemahan Memacu kreatifitas siswa dengan adanya kesempatan untuk bertukar ide dengan siswa lainnya.Meningkatkan pemahaman siswa dengan adanya proses diskusi dalam kelompok.Mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan.Situasi dapat menjadi tidak kondusif jika siswa mulai membicarakan hal lain di luar pelajaran.Kurangnya keaslian jawaban siswa karena memilih untuk hanya meniru temannya.5 manfaat penerapan metode pembelajaran STAD.. Sebelum kita membahas tentang langkah-langkah penerapan metode pembelajaran ini, ada baiknya jika Bapak dan Ibu Guru mengenal 5 komponen utama yang menjadi karakteristik model pembelajaran STAD di bawah ini.. Model pembelajaran STAD adalah model pembelajaran yang menggunakan beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa untuk memastikan bahwa setiap siswa menguasai materi yang diberikan.. Supaya Bapak dan Ibu Guru dapat mendapatkan gambaran tentang bagaimana lima komponen itu akan digunakan, mari kita tengok langkah-langkah penerapan metode pembelajaran STAD di bawah ini. Ilustrasi langkah-langkah penerapan metode pembelajaran STAD.. Selanjutnya, berikut ini rincian kegiatan yang perlu dilakukan oleh Bapak dan Ibu Guru dalam setiap langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar.. No.LangkahKegiatan/Perilaku Guru 1.Menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan MotivasiPada langkah pertama ini, guru dapat menyampaikan tujuan yang ingin dicapai pada akhir pembelajaran dan juga memberikan motivasi kepada siswa supaya semangat dalam belajar.2.Menyampaikan MateriGuru memberikan penjelasan terkait materi yang dibahas pada sesi pembelajaran.. 3.Membentuk KelompokGuru memberikan arahan kepada siswa untuk membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 orang yang memiliki sifat heterogenitas.4.Membimbing kelompok dalam belajar dan bekerjaPada langkah ini, guru membimbing kelompok secara bergantian untuk memastikan setiap kelompok dapat bekerja sama dengan baik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.Pada langkah ini juga, guru mengimplementasikan dua komponen utama di kelas, yaitu kerja tim dan rekognisi tim.5.EvaluasiEvaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan komponen presentasi kelas yang dilanjutkan dengan kuis atau tes.. Sedangkan, komponen kuis dilakukan setelah presentasi selesai dan dikerjakan secara individu.Nilai dari kuis individual kemudian akan direkap untuk melihat progres nilai per individunya dan juga untuk dijumlah dan di rata-rata sebagai nilai kelompok.6.Memberikan Apresiasi atau RewardTerakhir, guru dapat memberikan penghargaan bagi kelompok yang hasil penilaiannya menunjukan peningkatan dan juga untuk seluruh kelompok atas keaktifannya selama bekerja kelompok.Pada langkah ini, guru menerapkan komponen rekognisi tim.Untuk meningkatkan tingkat keberhasilan penerapan metode pembelajaran STAD ini, Bapak dan Ibu Guru juga dapat menerapkan tips yang diambil dari penelitian yang dilakukan oleh Arifah, seorang guru SMK di Bogor, Jawa Barat pada tahun 2018 di bawah ini.. Nah, untuk menghemat waktu dan mempermudah proses penyusunan materinya, Bapak dan Ibu Guru bisa memanfaatkan ratusan video mater dan latihan soal untuk siswa yang sudah disediakan di dalam LMS Zenius, lho.

Yuk lihat implementasi belajar sambil bermain dengan Model Pembelajaran STAD yang nantinya bisa membuat siswa ceria dan menghindarkan kejenuhan

Bila diuraikan dalam bahasa Indonesia STAD, adalah strategi pembelajaran kolaboratif di mana siswa akan membentuk tim atau grup kecil dengan berbagai tingkat kemampuan dan perbedaan latar belakang untuk bekerja sama agar tujuan pembelajaran bisa tercapai.. Dalam prosesnya siswa dibentuk dalam grup belajar yang memiliki anggota 4 hingga 5 orang yang memiliki latar belakang berbeda atau biasa disebut heterogen (berbeda dari mulai beda gender, suku, agama dan faktor pembeda lainnya).. Jika guru lalai meminta siswa untuk selalu proaktif dan saling bekerja sama dalam grup, maka bisa menyebabkan kepasifan dalam kelas dan grup.. Pastikan bahwa grup memiliki 4 hingga 5 orang karena bila kurang dari 4 maka akan ada siswa yang bisa terabaikan dan bila lebih dari 5 maka akan ada siswa yang menganggur.. Ada pula penjelasan lain dari kekurangan pembelajaran STAD, seperti yang dinukilkan Soewarso (1998:23) yakni pembelajaran kooperatif bukanlah sebuah solusi instan yang memungkinkan siswa untuk bisa belajar mandiri dan memecahkan masalah dalam grup kecil.

Model Pembelajaran STAD – Dalam proses belajar mengajar seorang guru seharusnya memperhatikan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa dan proses adaptasinya dengan lingkungan serta pengalamannya. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang dipandang akomodatif bagi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa maupun aktivitas belajar,

Model Pembelajaran STAD – Dalam proses belajar mengajar seorang guru seharusnya memperhatikan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa dan proses adaptasinya dengan lingkungan serta pengalamannya.. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang dipandang akomodatif bagi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa maupun aktivitas belajar, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif.. Model Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan model pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh R. Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin.. Model ini merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus bagi seorang guru pemula untuk menggunakan pendekatan kooperatif.. Pembelajaran STAD sering disebut model pembelajaran generik yaitu model pembelajaran kooperatif yang aplikatif terhadap skala tingkat kelas, mata pelajaran, serta karakteristik sekolah dan kelas yang luas.. Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dalam pembelajaran kooperatif, dengan menempatkan siswa dalam kelompok belajar yang beranggotakan 4-5 orang yang heterogen menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku.. Guru menyajikan materi pelajaran (penyajian materi dapat dilakukan baik dengan ceramah, demonstrasi, atau bahan bacaan), dan kemudian siswa bekerja di dalam tim mereka untuk memastikan bahwa seluruh anggota kelompok telah menguasai materi tersebut.. Pada akhir pembelajaran seluruh siswa diberi tes tentang materi tersebut, dengan ketentuan pada saat tes siswa tidak boleh saling membantu atau bekerja sama antara teman-teman baik dari teman satu tim maupun dengan tim yang lainnya.. Skor siswa yang diperoleh dibandingkan dengan rata-rata skor yang lalu dari siswa yang bersangkutan dan poin diberikan berdasarkan seberapa jauh siswa menyamai kinerja yang lalu pula.. Tiap siswa dan tiap kelompok diberi skor atas penguasaannya terhadap bahan ajar, dan kepada siswa secara individu atau kelompok yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.. Alasan mengapa tipe ini bisa diterapkan dalam pembelajaran kooperatif karena dari model STAD ini menekankan peran aktif dari siswa, sehingga siswa akan berusaha memahami materi belajarnya dengan cara aktif bekerjasama dengan teman yang lain dan pada tipe model pembelajaran STAD , siswa cenderung lebih serius untuk berdiskusi.. EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN TIPE JIGSAW PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMP KLAS VIII SMP EFEKTIVITAS METODE KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS X SMA MTA EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN STAD DAN TGT PADA HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS HIDROSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI MUKA BUMI SISWA KELAS X SMA EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN STAD TEKNIK PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS GEOGRAFI SISWA KELAS VII SMP EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN STAD TEKNIK PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS GEOGRAFI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 GONDANGREJO EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN STAD, GI, CERAMAH TANYA JAWAB TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS GEOGRAFI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 CEPOGO BOYOLALI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA TOPIK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS X SMA EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA TOPIK TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DITINJAU DARI KREATIVITAS DAN SIKAP PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK KELAS XI SMA EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) YANG DIMODIFIKASI DENGAN TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BARISAN DAN DERET ARITMETIKA SERTA GEOMETRI EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) YANG DIMODIFIKASI DENGAN TUTOR SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BARISAN DAN DERET ARITMETIKA EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK BERKESULITAN BELAJAR KELAS V SD NEGERI PAJANG EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN TAI PADA PEMAHAMAN KONSEP DAN PEMECAHAN MASALAH STATISTIKA I DITINJAU DARI JENIS KELAMIN EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN TIPE JIGSAW PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI SIKAP SISWA TERHADAP MATEMATIKA SISWA SMP EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN TIPE JIGSAW PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS) DILENGKAPI MODUL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI POKOK PERHITUNGAN KIMIA KELAS X EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER ( NHT) DAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BERPRESTASI EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN QUANTUM LEARNING MIND MAPPING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KESIAPAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA KOMPETENSI DASAR TRANSFORMASI BANGUN DATAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK SMP 1 EKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN TIPE JIGSAW PADA POKOK BAHASAN STATISTIK DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PADA SISWA SMA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X SMK EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA MATERI FAKTORISASI SUKU ALJABAR SISWA KELAS VIII SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DITINJAU DARI KEINGINTAHUAN DAN GAYA KOGNITIF PESERTA DIDIK SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD ( STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ) DENGAN LATIHAN INDIVIDUAL TERSTRUKTUR PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW PADA POKOK BAHASAN BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI PERHATIAN ORANG TUA SISWA KELAS VII SMP NEGERI EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW PADA POKOK BAHASAN BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI PERHATIAN ORANG TUA SISWA KELAS VII SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN METODE PENEMUAN PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK PERSAMAAN DAN FUNGSI KUADRAT DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS X SMA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD YANG DIMODIFIKASI DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMK EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) MODIFIKASI, THINK PAIR AND SHARE (TPS) DAN KONVENSIONAL PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KEMANDIRIAN PADA SISWA SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION(STAD) YANG DIMODIFIKASI PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATERI POKOK PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DILENGKAPI MEDIA CD PEMBELAJARAN PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF PADA SISWA SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATERI POKOK LOGIKA MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS- ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN STAD DENGAN RECIPROCAL PEER TUTORING PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL SISWA KELAS VIII SMP EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD DAN STAD DIMODIFIKASI EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DAN MODIFIED OF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD DENGAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE GUIDED NOTE TAKING PADA POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS SEGITIGA DAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD PADA POKOK BAHASAN TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS X SMA NEGERI.DOC EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK DITINJAU DARI KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER 2 (PENELITIAN DILAKSANAKAN DI SMP N 16 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI SUB POKOK BAHASAN MENGHITUNG KELILING DAN LUAS LINGKARAN DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEMESTER II EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA SUB POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD YANG DILENGKAPI DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER DITINJAU DARI GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SUB POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL ( SPLDV ) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII. Untuk mendapatkan daftar lengkap contoh skripsi pendidikan lengkap / tesis pendidikan lengkap , dalam format PDF, Ms Word, dan Hardcopy, silahkan memilih salah satu link yang tersedia berikut :. Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran IPA , Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran IPS , Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran Matematika , Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran Sastra dan Bahasa , Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran PENJASKES Daftar Contoh Skripsi Mata Pelajaran Agama Islam / Tarbiyah , Daftar Contoh Skripsi Bimbingan Konseling , Daftar Contoh Skripsi dengan Metode JIGSAW Daftar Contoh Skripsi dengan Metode Metode Pembelajaran Numbered Heads Together Daftar Contoh Skripsi dengan Metode Metode Pembelajaran Think Pair Share (Metode TPR) Daftar Contoh Skripsi Pendidikan I (campuran) Daftar Contoh Skripsi Pendidikan II (campuran) Daftar Contoh Skripsi Pendidikan III (campuran)

STAD adalah salah satu metode yang dalam pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi guru

Dengan demikian presentasi kelas akan sangat membantu mereka dalam mengerjakan kuis yang diberikan, dan skor kuis mereka akan menentukan skor tim mereka.. Membagi siswa ke dalam kelompok dapat dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu: Pertama , Memfotokopi lembar rangkuman tim; Kedua , Susun peringkat siswa; Ketiga , Tentukan berdasarkan tim; dan Keempat , Bagikan siswa kedalam tim, dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini.. Tahap kegiatan kelompok Pada tahap ini guru membagikan bahan pembelajaran yaitu berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) kepada masing-masing kelompok sebagai bahan pembelajaran yang akan dipelajari siswa.. Skor perkembangan dapat disajikan dalam tabel sebagai berikut.. Selanjutnya skor dasar, skor kuis dan skor perkembangan siswa ditulis pada lembar skor kuis yaitu pada tabel skor perkembangan sebagai berikut.. Kelompok : ................... Dalam menghitung skor kelompok, skor perkembangan setiap anggota kelompok ditulis pada lembar rangkuman kelompok.

Penerapan  Model  Pembelajaran  Kooperatif  Tipe STAD untuk Meningkatkan Kompetensi dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran  dalam  Menggunakan  Program Komputer  Akuntansi.   Arifah, S.Pd Guru Sekolah Menengah Kejuruan PGRI Karisma Bangsa, Bogor, Jawa Barat Arifahanggitriko@guru.smk.belajar.id Abstrak Penelitian ini berjudul “Penerapan  Model  Pembelajaran  Kooperatif  Tipe STAD untuk Meningkatkan Kompetensi dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran  dalam  Menggunakan  Program Komputer  Akuntansi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompetensi siswa  dalam   mata pelajaran Komputer Akuntansi meningkat setelah  menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD ? dan untuk mengetahui apakah aktivitas belajar siswa dalam   mata pelajaran Komputer Akuntansi meningkat setelah  menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD ? Penelitian ini menerapkan metode pembelajaraan kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Alasan penggunaan metode kooperatif tipe STAD karena metode tersebut dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan bagi siswa. Hal ini akan membuat kegiatan pembelajaran di kelas tidak membosankan bagi siswa. Dari hasil penelitian ini Hasil penelitian siklus I siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 86-100 atau kategori sangat baik sebanyak 7 siswa (19,44%).Siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 70-85 atau dalam kategori baik sebanyak 22 siswa (61,11%). Kemudian ada 5 (13,89%)siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 54-69 […]

Dari hasil penelitian ini Hasil penelitian siklus I siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 86-100 atau kategori sangat baik sebanyak 7 siswa (19,44%).Siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 70-85 atau dalam kategori baik sebanyak 22 siswa (61,11%).. Hasil penelitian siklus II siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 86-100 atau kategori sangat baik sebanyak 7 siswa (19,44%).Siswa yang memperoleh nilai dalam rentang 70-85 atau dalam kategori baik sebanyak 22 siswa (61,11%).. NoRentang NilaiKetegoriFrekuansiPersentase (%)186-100Sangat Baik13270-85Baik1028354-69Cukup12334>54Kurang1336Jumlah36100Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui siswa yang mendapatkan nilai dalam kategori kurang dan cukup masih cukup besar, yaitu sebanyak 13 siswa atau 36% mendapatkan nilai >54, siswa yang memperoleh nilai antara 54-69 sebanyak 12 siswa atau 33% dan nilai rata-rata kelas 60,97, dan ketuntasan belajarnya sebesar 30,56%.. No.KategoriRentang NilaiF (siswa)%Rata-rata1.Sangat Baik86-100 0 siswa0%57,182.Baik60-79 20 siswa55,56 %3.Cukup40-59 16 siswa 44,44%4.Kurang20-39 0 siswa0% Cukup Jumlah36 siswa100%Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat bahwa hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I dari jumlah 36 siswa, belum ada siswa yang berkategori sangat baik (0%), 20 siswa (55,56%) berkategori baik, 16 siswa (44,44%) berkategori cukup, dan tidak ada siswa yang tergolong kategori kurang.. No.KategoriIntervalF (siswa)%Rata-rata1.Sangat Baik80-10012 siswa33,33% 70,91 2.Baik60-7915 siswa41,67%3.Cukup40-599 siswa25,00%4.Kurang20-390 siswa0,00% BaikJumlah 36 siswa100%Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa hasil observasi aktivitas siswa pada siklus II dari 36 siswa, siswa yang berkategori sangat baik ada 12 siswa atau sebesar 33,33%, 15 siswa (41,67%) berkategori baik, 9 siswa berkategori cukup atau sekitar 25,00 % dan tidak ada siswa yang aktivitas belajarnya kurang.. Kemudian dalam rentang nilai 70-85 atau kategori baik, pada pra siklus sebanyak 10 siswa (27,78%), lalu pada siklus I naik menjadi 21 siswa (58,33%) dan naik lagi pada siklus II menjadi 22 siswa (61,11%).. Dan untuk nilai kurang dari 54 atau kategori kurang, pada pra siklus masih sebanyak 13 siswa (36,11%), siklus I menurun menjadi 4 siswa (11,11%) dan siklus II kembali menurun dan hanya 2 siswa (5,56%) .Sedangkan nilai rata-rata kelas sebesar 60,97, setelah tindakan siklus I mengalami peningkatan menjadi 68,50, dan kembali mengalami peningkatan pada tindakan siklus II menjadi 75,39.. Kekurangan pada siklus I telah diperbaiki pada pembelajaran siklus II dan hasilnya siswa lebih aktif dan dapat bekerjasama dengan baik dan diikuti pula dengan peningkatan hasil belajar afektif siswa yang berupa aktivitas belajar siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dapat dilihat pada tabel 4.7 dan gambar 4.5:

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dalam menyelesaikan soal cerita pecahan bagi siswa Kelas VI SDN 2 Padaan Tahun Pelajaran 2019/2020.. Uji validitas penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD meningkatkan hasil belajar Matematika tentang penyelesaian soal cerita pecahan bagi siswa Kelas VI SDN 2 Padaan Tahun Pelajaran 2019/2020.. Beberapa kelebihan dari metode STAD, antara lain: (a) Siswa dan guru mendapatkan kemudahan untuk memahami materi pelajaran; (b) Siswa secara kooperatif dapat menyelesaikan pokok-pokok materi yang dipelajari; (c) Siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dengan adanya kerja sama semua unsur yang ada dalam kelas; (d) Siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dalam berdiskusi dan menyelesaikan tugas.. Atas dasar itu, peneliti mengadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika tentang Penyelesaian Soal Cerita Pecahan bagi Siswa Kelas VI SDN 2 Padaan Tahun Pelajaran 2019/2020”.. Aktivitas belajar yang dicapai siswa dengan pembelajaran melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD adalah rata-rata aspek tanggung jawab, ketepatan menjawab dan kerja sama dengan rata-rata skor sebesar 5,6 pada pertemuan 1 dan kategori baik dari rata-rata aspek tanggung jawab, ketepatan menjawab dan rata-rata skor sebesar 6,2 pada pertemuan 2.. Hasil belajar yang dicapai siswa dengan pembelajaran melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD adalah nilai rata-rata sebesar 66,25 dan ketuntasan sebesar 70%.. Aktivitas belajar yang dicapai siswa dengan pembelajaran melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD adalah rata-rata aspek tanggung jawab, ketepatan menjawab dan kerja sama dengan rata-rata skor sebesar 6,5 pada pertemuan 1 dan rata-rata aspek tanggung jawab, ketepatan menjawab dan kerja sama dengan rata-rata skor sebesar 7,8 pada pertemuan 2.. Hasil belajar yang dicapai siswa dengan pembelajaran melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD adalah nilai rata-rata sebesar 74,65 dan ketuntasan sebesar 90%.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada Siklus I dan Siklus II dapat dinyatakan bahwa pembelajaran matematika melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar dalam menyelesaikan soal cerita matematika.. Aktivitas siswa dalam pembelajaran siswa dalam menyelesaikan soal cerita pecahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mengalami peningkatan dari Siklus I ke Siklus II.. Pada kegiatan observasi guru terlihat bahwa observasi aktivitas guru meningkat dari aspek (1) Guru dalam melaksanakan kegiatan pra pembelajaran, (2) Guru dalam aspek membuka pelajaran, (3) Pada kegiatan inti dalam penguasaan materi pelajaran, (4) Penggunaan/strategi pembelajaran guru, (5) Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran, (6) Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa, (7) Guru di dalam melakukan aspek penilaian proses dan hasil, (8) Penggunaan bahasa yang dilakukan guru pada saat pembelajaran, (9) Kegiatan penutup yang dilakukan oleh guru.. Siswa belum terbiasa dengan diskusi dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran Matematika, terutama hasil belajar menyelesaikan soal cerita pecahan, sehingga belum terarah saat berdiskusi.. Pembagian team secara heterogen juga ada siswa yang belum aktif karena siswa yang prestasinya tinggi ada yang mendominasi dalam kegiatan diskusi dan siswa yang prestasinya kurang kebanyakan pasif dan cenderung menggantungkan anggota yang lebih pintar.. Guru kurang memanfaatkan waktu yang efisien saat pelaksanaan tindakan Siklus I. Dengan adanya model pembelajaran kooperatif tipe STAD membuat siswa lebih antusias dalam proses pembelajaran hasil belajar menyelesaikan soal cerita pecahan.

Berikut adalah penjelasan tentang model pembelajaran kooperatif, mulai dari pengertian menurut para ahli, jenis, serta langkah-langkahnya.

Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam penyelesaian masalah untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam mencapai tujuan pembelajaran.. Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan peserta didik dalam bentuk kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan.. Saling ketergantungan dalam hal ini lebih bersifat positif dengan pembagian peran yang jelas antar setiap anggota kelompok dalam mencapai tujuan pembelajaran.. Pada fase ini, guru melakukan evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik berkaitan dengan materi yang didiskusikan dan dipelajari saat itu.. Ahli model pembelajaran kooperatif, Robert Slavin menjabarkan beberapa langkah yang dilakukan dalam menerapkan model belajar ini, yaitu sebagai berikut: Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil dengan komposisi heterogen berdasarkan pada latar belakang, tingkat kemampuan belajar, dan jenis kelamin.. Setiap peserta didik dalam kelompok kecil melakukan diskusi untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah memahami materi yang disampaikan guru.. Praktik turnamen akademik ini berlangsung dengan menggunakan sistem kuis, di mana setiap kelompok belajar akan saling berkompetisi untuk mendapatkan skor terbanyak.. Adapun persiapan yang dapat dilakukan oleh guru agar pembelajaran tipe ini berjalan dengan baik adalah sebagai berikut.. Berikut adalah langkah-langkah dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw:. Setelah terbentuk kelompok asal, maka dapat dilakukan pembagian materi sehingga setiap peserta didik memiliki satu materi yang harus dipelajari.. Selanjutnya peserta didik diberi kesempatan untuk membentuk kelompok ahli sesuai dengan materi yang telah didapatkan masing-masing peserta didik pada kelompok asal.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING TIPE (Student Team Achievement Divisions) STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD (Quasi Eksperimen di SD Negeri Suradita Cisauk Tangerang)Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana...

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini tes yang mengukur hasil belajar matematika siswa pada materi luas bangun trapesium dan layang-layang.. Hasil Belajar Siswa Kelompok Eksperimen ...................... 48 2.. Hasil Belajar Siswa Kelompok Kontrol ............................. 50 3.. Hasil Belajar Matematika a.. pembelajaran.. H0 menyatakan bahwa rata-rata hasil belajar matematika pada luas bangun datar trapesium dan layang-layang pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi dibandingkan dengan ratarata hasil belajar matematika siswa pada kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional.. Sehingga dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika.. Dengan. Hasil belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD memperoleh nilai rata-rata sebesar 77,33 pada materi bangun datar trapesium dan layanglayang dengan varians 60,22.. Hasil belajar matematika siswa pada kelompok kontrol yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional memperoleh nilai rata-rata sebesar 51,66 pada materi bangun datar trapesium dan layang-layang dengan varians 61,95.. KEGIATAN GURU  Guru menjelaskan materi tentang menghitung luas bangun datar layang-layang  Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang telah dijelaskan  Guru memberikan poin awal kepada siswa dan menjelaskan sumber poin awal tersebut  Guru membagi siswa kedalam kelompok yang terdiri dari 4 sampai 6 anggota secara heterogen  Guru memberikan LKS dan memerintahkan siswa untuk mengerjakan LKS melalui diskusi kelompok tentang materi bangun datar trapesium

Blog Pendidikan membahas tentang: Media Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran, dan statistika

Anggota tim menggunakan alat belajar lain untuk menguasai berbagai materi akademis dan kemudian saling membantu untuk mempelajari berbagai materi melalui tutoring, saling memberikan kuis, atau melaksanakan diskusi tim.. Dengan cara ini, siswa menyadari bahwa mereka harus sungguh-sungguh memperhatikan presentasi kelas tersebut, karena dengan begitu akan membantu mereka mengerjakan kuis dengan baik, dan skor kuis mereka menentukan skor timnya.. Kerja Tim. Setiap siswa diberikan sebuah skor dasar, yang dihitung dari kinerja rata-rata siswa pada kuis serupa sebelumnya.. Dalam ruang lingkup evaluasi pembelajaran akan ditinjau dari berbagai perspektif, yaitu domain hasil belajar, sistem pembelajaran, proses dan hasil belajar, dan kompetensi.. Menurut Usman (dalam Jihad dan Haris, 2013:16) menyatakan bahwa, “Hasil belajar yang dicapai oleh siswa sangat erat kaitannya dengan rumusan tujuan intruksional yang direncanakan guru sebelumnya yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif, dan psikomotorik”.. Menurut Dimyati dan Mujiono (2010:202), “Domain kognitif berkenaan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi, serta pengembangan keterampilan intelektual”.. Jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menilai suatu objek, fenomena atau tingkah laku tertentu secara konsisten.. Jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menyatukan nilai-nilai yang berbeda, memecahkan masalah membentuk suatu sistem nilai.

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Tipe Jigsaw  adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif di mana pembelajaran melalui peng...

Pada pembelajaran. kooperatif tipe Jigsaw ini setiap siswa menjadi anggota dari 2. kelompok, yaitu anggota kelompok asal dan anggota kelompok ahli.. Hal ini sesuai dengan. pendapat yang dikemukakan oleh Johnson (1991 : 27) yang menyatakan bahwa “Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw”ialah. kegiatan belajar secara kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama sampai. kepada pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun. pengalaman kelompok”.. Pada. pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw siswa dibagi. menjadi dua anggota kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli, yang dapat. diuraikan sebagai berikut:. Masing-masing siswa dalam kelompok asal mendapat wacana / tugas. yang berbeda, nomor kepala yang sama mendapat tugas yang sama pada. masing-masing kelompok.. MODEL. PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD. Dalam model. pembelajaran kooperatif, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil saling. membantu belajar satu sama lainnya.. Tiga konsep berikut. merupakan ide utama bagi seluruh model Pembelajaran Tim Siswa, yaitu: penghargaan tim, tanggungjawab individual,. dan kesempatan yang sama untuk berhasil.. Keberhasilan tim bergantung pada hasil pembelajaran individual dari. seluruh anggota tim.. Dalam STAD, siswa dikelompokkan dalam tim-tim pembelajaran dengan empat anggota. yang berbeda (heterogen).. Ini dicapai dengan memberikan siswa nilai perbaikan jika. skor mereka di dalam satu tes atau kuis lebih tinggi daripada skor dasar. mereka.. Nilai perbaikan dan penghargaan tim diberikan. Setelah kuis. dilakukan, guru seharusnya mengumumkan skor perbaikan individu dan skor tim.. Lebih dari 10 poin di atas skor dasar. Dalam menghitung skor. tim, masukkan setiap poin perbaikan siswa pada lembar ikhtisar tim yang sesuai,. jumlahkan poin tersebut, dan bagi dengan jumlah anggota tim, bulatkan untuk. menghilangkan pecahan.. 3) guru memberikan lembar. kerja kelompok (LKK) dan siswa bekerja dalam kelompok masing-masing, apabila. ada dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka. anggota kelompok yang lain bertanggung jawab untuk memberikan jawaban atau. menjelaskannya

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD ( STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ) Pengertian Metode STAD             Pembelajaran ko...

Pembelajaran. kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh. Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Isjoni, 2013. : 51) merupakan pembelajaran kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas. dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam. menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.. Dalam. Pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD), siswa ditempatkan dalam. tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat. kinerjanya, jenis kelamin dan suku.. Model. Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang. menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi. dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi. yang maksimal.. Kelompok. menjadi hal yang sangat penting dalam STAD karena didalam kelompok harus. tercipta suatu kerja kooperatif antar siswa untuk mencapai kemampuan akademik. yang diharapkan.. Kelompok yang dibentuk sebaiknya terdiri dari satu siswa dari kelompok atas,. satu siswa dari kelompok bawah dan dua siswa dari kelompok sedang.. Skor dasar dapat diambil dari skor tes. yang paling akhir dimiliki siswa, nilai pretes yang dilakukan oleh guru. sebelumnya melaksanakan pembelajaran kooperatif metode STAD.. Pengakuan. kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan atas usaha yang telah. dilakukan kelompok selama belajar.. Menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran dan. motivasi siswa untuk belajar.. Siswa. dibagi ke dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4 – 5. siswa yang memprioritaskan heterogenitas (keagamaan) kelas dalam prestasi. akademik, gender/jenis kelamin, rasa atau etnik.. Dijelaskan juga tentang keterampilan dan kemampuan yang diharapkan. dikusai siswa, tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan serta cara – cara. mengerjakannya.. Guru. mengevaluasi hasil belajar melalui pmberian kuis tentang materi yang. dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja. masing-masing kelompok.. Skor. kelompok dihitung dengan membuat rata – rata skor perkembangan anggota. kelompok, yaitu dengan menjumlahkan semua skor perkembangan anggota kelompok. dan membagi sejumlah anggota kelompok tersebut.. Setelah masing – masing kelompok satu. tim memperoleh predikat, guru memberikan hadiah atau penghargaan kepada masing. – masing kelompok sesuai dengan prestasinya (kiteria tertentu yang ditetapkan. guru).. Menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk. kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara. efisien. Model. pembelajaran kooperatif tipe STAD ini cocok digunakan untuk materi yang. bersifat konsept, karena dengan menggunakan model ini siswa saling bekerjasama,. saling memotivasi, saling ketergantungan dan saling berbagi konsep-konsep yang. telah mereka peroleh.

Videos

1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Division)
(Kumalaa dewi)
2. model pembelajaran kooperatif tipe STAD
(Putri Lestari)
3. Model pembelajaran STAD (Student Team Achivement Division)
(Ahmad Hafidz)
4. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
(Aminatus Sholihah)
5. Praktik Microteaching Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD
(Hana Salsabila)
6. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
(Dwi Ayu Saraswati)

You might also like

Latest Posts

Article information

Author: Catherine Tremblay

Last Updated: 06/19/2022

Views: 5758

Rating: 4.7 / 5 (67 voted)

Reviews: 82% of readers found this page helpful

Author information

Name: Catherine Tremblay

Birthday: 1999-09-23

Address: Suite 461 73643 Sherril Loaf, Dickinsonland, AZ 47941-2379

Phone: +2678139151039

Job: International Administration Supervisor

Hobby: Dowsing, Snowboarding, Rowing, Beekeeping, Calligraphy, Shooting, Air sports

Introduction: My name is Catherine Tremblay, I am a precious, perfect, tasty, enthusiastic, inexpensive, vast, kind person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.